Selasa, 24 Januari 2012 @ 21.38 |
salah makna.
tentang cinta.
dunia beranggapan bahwa hak asasi manusia adalah dicintai.
beberapa beranggapan bahwa dicintai adalah pilihan. perjuangan.
sedikit beranggapan bahwa dicintai adalah kodrat.
cinta itu munculnya dari hati.
bukan begitu?
banyak yang bilang begitu,
baiklah kita anggap saja begitu.
mari masuk ke dalam topik yang lebih spesifik. yang akan menyinggung orang-orang yang sensitif.
tentang apa yang dicintai.
sifat? karakter? fisik? postur? wajah? uang? otak? hati?
semua orang punya kriteria.
kalau kriterianya terpenuhi, saya cinta dia. bukan begitu?
naif adalah, saat berkata tidak ada kriteria tentang cinta.
bukan tidak punya kriteria tentang cinta, hanya tidak menyadarinya.
atau malah sengaja mengabaikannya. pura-pura tulus.
dan katakanlah: jika kamu memang tidak punya kriteria tentang cinta, orang lain tetap punya.
dengan begitu kamu hanya bisa mencintai, tidak dicintai.
ada yang suka dengan orang baik. ada yang suka dengan yang sedikit nakal. banyak yang suka orang tampan dan cantik. beberapa suka dengan yang berkacamata. beberapa suka dengan yang punya uang banyak. ada yang suka kharisma. mungkin juga suka dengan bentuk tubuh ideal. ada yang suka dengan inner beauty. ada yang kriterianya sangat spesifik. ada yang suka orang yang pintar. dan banyak sekali dari kita yang suka dengan manusia normal. punya dua tangan, dua kaki, dua mata, dan dua telinga.
(baik, lupakan yang terakhir.)
dan tidak mungkin juga untuk membuat seseorang berubah kriteria.
misalkan, menjadi kaya untuk menaklukan cewek yang tidak matre, diet supaya langsing untuk orang yang mementingkan kepintaran, atau mengembangkan kepribadian untuk seseorang yang kriteria fisiknya tinggi.
sia-sia bukan?
yang tidak disadari adalah, cinta bekerja dengan sangat kompleks.
bukan hanya satu variabel kriteria yang ada.
semua variabel memiliki value yang berbeda-beda dan berpatokan pada standar masing-masing.
baik, untuk membuatnya sederhana, tidak ada orang yang jatuh cinta hanya karena satu kriteria saja.
dan oleh sebab itu, harus ada usaha untuk dicintai. (kalau ingin dicintai)
dunia beranggapan bahwa dicintai adalah hak asasi.
tapi hanya beberapa yang melaksanakan self-development untuk menjadi lovable itu sebagai suatu kewajiban. kewajiban asasi.