Kamis, 22 Desember 2011 @ 11.53 |
FORTE, FORTE! mantra yang sudah lama tidak keluar, menggantikan inisial F yang tergolong kata kasar. yah, aku sudah menyerah. memang lemah. sebentar-sebentar kalah. sebentar-sebentar memberi ikhlas selaku berkata terserah. mau jadi apa nanti? forte. kenapa dahulu tak kutampar saja kamu supaya setidaknya ada alasan aku untuk dibenci? huh. enaknya kalau menyesal karena melakukan sesuatu, bukan menyesal karena tidak melakukan sesuatu. percuma sekarang. mau putar balik? berharap semua lebih baik. cih. kalau saja apa yang ada diingatanku bukan seperti ini. kamu mengerti? ini hebat. kamu turn the tables. apa yang ada di otakku berputar balik. ingatan baik menjadi buruk, ingatan buruk (yang sayangnya sedikit) berubah jadi sedikit baik. ah, mana pula aku kehilangan sifatku yang dulu lagi. sudah tidak mungkin, tidak, untuk kembali kepada karakter awal. sial, aku telah dibawa menjadi pribadi yang lebih baik. mana angkuhku dulu? hilang. tidak pernah pulang. yah, modal kharisma sudah melayang. semakin dipikir semakin kesal. forte. lalu sekarang apa? untungnya sudah tidak ada lagi yang bisa kamu ambil. aku lega. kebahagiaanku? aku sudah tidak punya. hidupku? aku sudah mati. apalagi? sudah kamu ambil semua tentangku, lalu kamu pergi. forte. mengapa kembali lagi membuka jejaring sosial sialan ini? tulisanku terlalu panjang untuk tidak dikata alay untuk dicantumkan disini. mana pula isinya babel bebal otak. isi hati, kata mereka. forte. masa bodoh. cih.
ƒ

mahasiswa, 20 tahun, 170cm/55kg, domisili bandung, bujangan, humoris, penyayang, jujur, sabar, apa adanya, tidak miras/rokok, setia.