pemikiran yang bergajulan menceletuk

Rabu, 14 September 2011 @ 08.46 | (0) comment/s

krisis identitas sedang melanda dia.
ataukah memang dia adalah orang yang beridentitas sebagai sang non-identitas?

apakah selama ini dia melakukan hal benar? ataukah sebaiknya dia melakukan hal yang benar? apakah yang benar menurutnya itu ternyata benar secara universal? ataukah identitas membuat kebenaran menjadi rancu? jika memang kebenaran itu subjektif, maka mungkinkah dia bingung dengan kebenaran karena identitasnya memang tidak ada? atau belum ada. jangan-jangan, kebenaran universal itu sendiri yang tidak ada? apakah justru karena kebenaran tidak ada maka orang dapat memiliki identitas? walaupun begitu tidak lantas jika seseorang bingung dengan identitasnya maka seseorang itu menemukan kebenaran bukan? apakah jika kita menemukan kebenaran lantas kita tidak bisa beridentitas? apakah manusia dikatakan beridentitas karena mereka (merasa) memunyai kebenarannya masing-masing? jika begitu, apa kebenaran ditentukan oleh identitas? maka bagaimana dengan dia yang masih bingung dengan identitasnya?

tunggu. kamu pasti hanya membaca sekilas. atau malah tidak membacanya sama sekali.

karena tulisannya begitu panjang dan membosankan, apalagi cenderung rumit tetapi absurd, maka kamu malas membuang waktu untuk membacanya. melompat-lompat seperti kodok. apakah perlu untuk menuliskan semua itu? menuliskan apa saja yang ada di otak? apa perlu untuk berkata jujur, ataukah lebih baik diam saja dan masing-masing orang mengurusi masalahnya sendiri-sendiri? apakah dengan menuliskan apa yang ada di otak lalu lantas memberi dampak positif? dampak negatif? atau malah tidak memberi dampak? apakah dampak yang terjadi adalah dampak yang diinginkan? memangnya, dampak seperti apa pula yang diinginkan? apakah yang diinginkan itu dampak bagi orang lain, atau malah bagi diri sendiri? ataukah, yang dinginkan dari menuliskan apa yang ada di otak itu bukanlah dampaknya, tetapi menulisnya itu sendiri? menulis karena ingin menulis, bukankah itu alasan yang sangat absurd?

tunggu.

berhenti dulu sejenak. rasanya, otak ini sudah berpikir keluar konteks. susunan pertanyaan yang belum sampai dijawab dengan sadar ternyata memunculkan pertanyaan lain. tanpa sadar, seakan sudah muncul jawaban dalam setiap pertanyaan. atau mungkin tidak. belum sempat terjawab, pertanyaan lain sudah menyerobot. atau mungkin memang tidak perlu dijawab. lalu untuk apa, menuliskan pertanyaan dalam otak yang tidak perlu dijawab disini? apakah menulis tidak ada gunanya? apa berpikir tidak ada gunanya?

rasanya bagus juga jika membaca tulisan hasil pikiran satu-per-satu dengan cermat. lalu ikut berpikir dalam tiap pertanyaannya. mungkin ada perlunya  mencantumkan posting ini dalam blog. atau mungkin tidak.
Home



do you want to search something? follow me? or report my abusive behaviour? click here


tolong, baca semua kata. atau tidak sama sekali.