Jumat, 15 Juli 2011 @ 00.05 |
halo, para pekarya gadungan yang cakap merangkai kata tak tanpa makna
senang mendengarkan rima
dan kalimat yang meluncur dari jari-jarimu penuh irama
kami tidak bisa berdiri tanpa peluh
untuk memperlihatkan kami lusuh
lusuh dan berdiri dengan tegar, bukankah hal seperti itu yang ada di ceritera tipikal?
jika saja aku bisa mengecap kebencian kepada kemunafikan
mungkin aku sudah tenggelam dan menyelam dalam geram
kami dilukai, kami adalah orang-orang yang menderita karena cinta
maka daripada itukah kalian boleh berkhianat?
bukankah rasa nyaman di dalam dera itu yang membuatmu tidak bisa keluar
dan bergerak?
sedikit saja?
kami berbeda. tidak ada yang mengerti kami.
tidak mengerti, tapi peduli.
biar saja semua salah kami
kami tolol dan goblok, tidak ada yang sudi mengerti kami
maka, dengan mengakui kelemahan dan kondisi diri yang tidak tereelakkan, semua permasalahan akan selesai?
maka, dengan mengakui kelemahan dan kondisi diri yang tidak tereelakkan, semua permasalahan akan selesai.
sampai mampus tetap saja begitu.
sampai mampus tetap saja begitu.
emosi yang tak tertahankan, kelelahan yang menumpuk.