Rabu, 20 Juli 2011 @ 11.57 |
ini adalah sebuah dimensi
yang dibuat dari rasa nyaman
ataupun rasa takut untuk keluar dari sini
diantara deras detik yang berdetak, aku terdesak
terjepit diantara masa lalu dan realita
terjepit diantara pilihan untuk hidup atau mencinta
dulu, aku percaya akan mengorbankan hidup untuk cinta
menerpa dera derita semua, tak mengapa
devosi, dedikasi, loyalitas, entusiasme, komitmen, sumpah, semua
dikira bukan hanya omong kosong semata
ditengah, cinta mengakar begitu dalam, dan aku memberi tempat begitu luas
saat hilang, aku tetap setia memberi celah disana
seakan kekal, karena aku berdogma cinta itu kekal
pada akhirnya yang mengisi adalah kegalauan
selamanya, jika aku memberi tempat untuk pulang, yang mengisi adalah
kekosongan, kehampaan, absens, ketiadaan yang menjadi wujud kegalauan
lari dari realita, tidak mau mengakui bahwa aku tidak punya siapa-siapa
dan sedang berdiri sendiri, nelangsa
bergumam, membius diri sendiri dengan sugesti
sembari masih ingin memandang cinta itu murni dan setia
mencari-cari kesalahan dari kelakuan, tapi mencari celah dalam kerelaan
seakan semua memiliki standar kompromi yang sama
demi cinta
ditengah arus waktu yang begitu cepat, aku memilih untuk diam
berusaha agar tidak terseret, mengunci rapat-rapat pintu dimensi
aku merasa terus mencoba untuk menerima kenyataan
padahal bukan
dasar hati yang paling dalam bukan menerima realita
tetapi membangun realita maya
dimana aku tanpa sadar sedang tenggelam dalam masa lalu
hanyut, dan aku, tanpa sadar, menikmatinya
yang aku sambut bukan identitas
tetapi apa yang ada di memori
aku mengasihi aku yang memiliki paradigma yang kekal
ini adalah sebuah dimensi
dimana ini adalah tempat orang-orang yang ditelan memorinya sendiri
diantara kami tidak ada yang tahu,
bahwa sebenarnya kami bukannya tunduk pada realita, tapi masa lalu.